miskin kah orang miskin?

June 11, 2008 kegiatan sehari2x | Comments (0) dj @ 6:42 am

.

Ini adalah pengalaman pribadi ku.
Sampe sekarang masih nggak habis pikir, dan blom bisa memakluminya :mrgreen:

1. Pas D3 di IPB (kejadian sekitar 2002-sekarang)

Aku dan temen2x duduk di DPR (Dibawah Pohon Rindang, kantin tempat nongrong di IPB barangang siang :d). Ada seorang pengemis yang begitu lusuh, pakai tongakat, jalan tertatih2x, dengan kulit yang terkena penyakit (menurutku). Beberapa orang yang iba melihatnya mengasih uang ala kadarnya.

Hari berselang, aku lihat pengemis itu berdiri di persimpangan jalan kecil.
“Hmm.. pengemis kemarin..”, pikir ku. Ada dua orang cewek lewat jalan itu tapi nggak ngasih tu pengemis :mrgreen: .

Setelah berapa lama, nggak ada lagi orang yang lewat situ. Pengemis itu melanjutkan perjalanan.

Dengan susah payah berjalan tertatih melewati 3 anak tangga. Beberapa detik kemudian…

‘Saaattt !!!’

Dia menarik kemudian menjinjing tongkatnya. Berjalan layaknya orang normal

“……………….”, yang ada dibenakku.

(seingatku masih pernah liat pengemis itu tahun ini, dan selalu berjalan layaknya orang normal kalo nggak ada yang liat)


2. Pas liburan lebaran, palembang (sekitar 2005-2006)

Kejadian ini sangat singkat, cuman beberapa detik.

AKu lupa dari mana (kayaknya sih abis jalan2x). Sekarang mau pulang kerumah naek bis. Tibalah aku di persimpangan lampu merah (simpang Rumah sakit charitas).

Cerita punya cerita, masuk lah seorang anak kecil yang lagi gendong anak kecil.. (Looohhh?? :d) . Maksudnya anak cewek umur 10 tahunan gendong anak umur 1 tahun kurang. Dengan bermodal kayu yang dipasang tutup2x botol dia mengamen.

Didekatnya ada dua orang cewe, salah satunya mengeluarkan uang (kalo nggak salah liat 5000). Aku tersenyum melihat yang memberi (jujur, aku nggak pernah ngasih 5000. wew >.<). Pas pengamen itu mau ngambil, ada nada sambung Tilpun.. Anak itu agak kebingungan, dan buru-buru turun, mengangkat Telpon dan melupakan uang 5000 itu (nggak diambil). "...................", pikir ku, dua cewek yang mau ngasih, dan penumpang lainya yang liat. catatan: Aku punya dua buah HP murah (meriah :d), dengan HP anak itu dia bisa beli beberapa biji HP kayak aku.

3. Jembatan BRI Semanggi. (Sekitar mei 2008)

Yang ini paling singkat ceritanya.

Aku mau pulang dari BRI, kalo mau naek bis mesti ngesot 10-15 menit lebih ke plasa semanggi (duh!).
Pas di jembatan penyebrangan, aku liat seorang pengemis ‘BUTA’ lagi makan dengan lahapnya.
Pas sudah didekatnya, ternyata dia makan nasi rendang Padang…

“……………….”, yang terlintas dibenakku…

“Bujug…, gw aja jarang2x makan rendang…”, kata ku dalam hati. “gimana cara ni orang BUTA beli nasi?”

Dibulan juli aku liat pengemis buta lainnya. Ada seorang Ibu-ibu (sumpah menor banget) di dekat pengemis tersebut dan lagi berbincang2x. Si ibu2x itu lagi nyotret2x dibuku kecilnya (mungkin lagi ngitung pendapatan harian pengemis itu kali ye..)

Dikala kita ingin sedekah, tetapi kadang mereka:
– tidak sungguh2x ‘miskin’,
– ‘penipu’ (pura2x cacat),
– bahkan yang paling parah ‘profesi’ tetap.

Mungkin penghasilan pengemis2x tersebut lebih dari 1 juta perbulan.

Yah… emg sih semua tergantung dengan niat..
Walau aku ngasih nggak seberapa, tapi sejujurnya aku sering gondok kalo tau aku ngasih ke yang salah.

Seingatku tentang pengemis ini pernah masuk diacara tv…
hhmm… acara apa ya? lupa..
pokoknya acara yang ngebahas sisi ‘Kreatif’ indonesia gitu deh.
Pernah ngebahas pewarna makanan pake pewarna baju, gas elpiji di oplos, air galon dioplos, sapi glongong, sampe tehnik mencuri.

Terlalu kreatifkah orang2x indonesia?

Regards,

dj

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

  1. You must be logged in to post a comment.

    Maaf, anda harus login untuk mengisi komentar.